Selaksa rindu seorang sahabat
Mentari tersenyum, ia gelisah
Rembulan tergelak, ia tetap jua
Sekali bersua sahabat
Ia riang tak kepalang
Dayu mendayu lantunan sholawat
Mengiringi tarian tinta hitam
Di atas kertas putih laksana mimbar
Menggoreskan setiap deretan kata
Bak nazam bercollapse
Tidak ada komentar:
Posting Komentar