Senin, 14 November 2011

musyawaroh para binatang


MUSYAWARAH    PARA    BINATANG

Musim kemarau datang.
Sungai kering kerontang .
Air sulit didapatkan .

Semua binatang gelisah .
“ Bagaimana  aku minum ? “Kijang sedih
“ Bagaimana aku mandi ? “ Kerbau gerah.
“ Bagaimana aku makan ? “ Bangau gusar.
“ Dimana aku tinggal ? “ Kodok gundah.
          Para penghuni hutan mrncemaskan keadaan tempat tinggalnya .

Raja hutan ikut gelisah .
Ia berpikir keras .
Kancil mengajukan usul.
” Kita harus bermusyawarah .Semua binatang harus                              di kumpulkan ”kata menteri kancil

Gagak menyebar pengumuman .
  Pengumuman ! Pengumuman !
  Semua binatang harap datang ke musyawarah hutan .”
           Si Gagak mengumumkan dilakukannya musyawarah .

Semua binatang menghadiri undangan .
Tidak ada yang ketinggalan .
Singa sang raja memimpin musyawarah .
            Seluruh penghuni hutan berkumpul .

Bangau memberi usulan .
” Kita pindah dari hutan ini .Di hutan lain ada air .”
            Bangau mengajukan usulan .

Usulan disetujui burung .Sebab,burung bisa terbang .
Namun ,hewan – hewan lain menolak .
Akhirnya usulan Bangau tidak diterima .
” Kita berdo’a saja ? Semoga Tuhan segera menurunkan hujan ,”
usul kodok .
             Si Katak mengajak berdo’a .

Beberapa binatang setuju dengan usulan kodok .
Namun , banyak yang menolak .
” Berdo’a saja tidak cukup . Kita harus berusaha ,” kata Bebek .

Kuda berteriak ,”Kita bikin bendungan !”
Usulan Kuda membuat kaget .

Para binatang menertawakan usulan Kuda .
” Hai Kuda , kamu sudah gila ya ?” Kera mengejek si Kuda .
              Semua tertawa karena usul si Kuda .

”Dia megigau , ha ha ha !”
Kambing ikut – ikutan mengejek.
Kuda jadi malu.  Kuda diam saja.

” Diam kalian semua !
Hormati yang bicara !”
Singa memperingatkan rakyatnya . Para binatang pun terdiam.

” Lanjutkan usul mu , hai Kuda!”
kata Singa kepada Kuda .

Kuda  melanjutkan usul  nya .
” Sungai di hutan ini dangkal . Sungai menampung  sedikit air.
Jika kemarau , air habis. Sungai harus di perdalam.
Air harus di bedung .   Supaya bila  kemarau dating , kita tidak kehabisan air ,”  kuda pun selesai bicara .


  Para binatang terkagum – kagum , mendengar penjelasankuda.
Usulan  kuda sangat  bagus .


Para binatang  bertepuk  tangan  gembira.
“ Itu  usulan yang bagus ,”  Singa memuji .
              Si Kuda menjelaskan usulannya .

Akhirnya , semua binatang sepakat .
Mereka akan membangun bendungan .
  Pembangunan bendungan dimulai . Kuda menjadi pemimpin . Gajah menjadi wakilnya . Berang – berang menjadi penasihatnya .
               Semua binatang bekerja sama membuat bendungan .

  Semua binatang bekerja .
 Tidak ada satu pun yang malas . Mereka bekerja keras . Akhirnya , bendungan selesai dibangun .

Lalu , musim hujan datang . Hutan tersiramair hujan .Tanah , batu ,
pohon ,dan rumput basah.
  Air mengalir deras ke sungai . Bendungan penuh dengan air .
                Ketikahujan , binatang gembira .

  Seisihutan bergembira . Para binatang berpesta pora .Mereka mandi dan minum sepuas – puasnya . Tetapi , musim hujan tidak lama . Musim kemarau datang lagi . Namun ,para binatang tenang .
  Mereka tidak takut kelaparan dan kehausan . Sebab , mereka punya air di bendungan .
                 Para binatang tidak khawatir kekeringan lagi
                                                                           
                                                                   By
                                                     
                                               NELATUL FAUZIYAH
                                                       (anak Al – Barbasyi)
                                                                                                                                                       
 





.




.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar